Showing posts with label Pengetahuan suka - suka. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan suka - suka. Show all posts

Friday, 5 December 2014

memperpanjang "umur" senar bass dengan di rebus

Oke langsung aja kita mulai :D , awalnya ada temen  yang mengeluh tentang kondisi senar bass nya yang sudah karatan dan suara yang dihasilkan pun udah ga enak (udah ga blentang - blentang lagi :p)karena keterbatasan dana akhirnya cari cara gimana biar bisa memperbaharui senar yang karatan. Setelah googling nemu juga caranya yaitu direbus mirip kayak ngerebus mie instan hehehehe. Awalnya ragu juga tapi dicoba juga hasilnya lumayan senar bass hampir seperti baru looh :d. Berikut langkah - langkahnya :D

1.copot senar dari bass kemudian gulung seperti pertama membeli senar



2. Siapin panci buat ngerebusnya



3.Masukin senar yg udah digulung2 tadi kedalam panci trus kasih air gans


4. Trus agan rebus deh kayak masak mie instant hehehe, waktu direbus ane aduk2 kayak masak mie biar luntur karatnya , lama waktu ngerebusnya ane rebus 1 setengah jam



5. Ambil lap terus  lap deh dari ujung sampe ujung lainnya pasti karatnya pada nempel 

6. Kemudian senarnya di jemur  biar kering airnya

7. selesai deh senar kayak baru lagi  , dari forum2 yg ane baca cara merebus ini cuma bisa dipake 1 sampe 2 kali aja selanjutnya yaaaa beli baru hwehehehe :P

nb : maaf gambarnya kurang soalnya ane sama temen ane fokus ngerjainnya ampe lupa poto hehehe



Wednesday, 19 September 2012

Cara Pencegahan Pelanggaran Etika dalam ber-BBM

Disini untuk mencegah pelanggaran etika dalam ber-bbm ria menurut saya adalah merubah pola pikir kita dalam menggunakan bbm artinya kita harus dewasa dalam menggunakan bbm, kita harus pintar dalam membroadcast suatu message jangan asal - asalan, menggunakan personal message dengan tepat, menggunakan nama asli untuk display name dan memcoba melihat "status" seseorang dahulu sebelum ber-bbm dengannya apakah dia sedang sibuk (busy) atau availabel. Namun pada intinya kita itu harus lebih pintar dari "smartphone" kita.
tulisan ini juga telah di publish di
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/05/cara-pencegahan-pelanggaran-etika-dalam-ber-bbm/

Sanksi yang diberikan dalam pelanggaran etika ber-bbm

Biasanya tidak ada sanksi berat yang diberikan dalam pelanggaran etika dalam ber-bbm ria. Paling – paling hanya sanksi teguran atau di hapus dari kontak. Untuk kasus yang lebih parah bisa juga terkena sangsi pidana misalkan jika mencemarkan nama baik seseorang melalui broadcast message.
tulisan ini juga di publish di
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/05/sanksi-yang-diberikan-dalam-pelanggaran-etika-ber-bbm/

Pelanggaran Etika Dalam Menggunakan BBM

  1. Broadcast  Message
Didalam menggunakan broadcast message kita harus pintar – pintar memilih mana yang harus kita teruskan broadcast nya atau yang tidak.  Masalahnya sekarang ini banyak sekali broadcast message yang tidak penting misalkan teruskan broadcast ini atau anda akan sial atau yang lainnya yang bisa mengganggu yang menerima broadcast tersebut.
2. Melihat “status”
Disini pengguna bbm sering mencheat atau melakukan chating ke orang yang padalah sudah memasang status “busy” bahkan bila tidak dibalas maka akan di ping berkali – kali padahal statusnya “busy”. Apabila benar – benar butuh silahkan anda telpon atau sms saja.
3. Penggunaan Display Name
Saat ini pengguna bbm sering merubah namanya menjadi bermacam – macam atau menambahkan gambar dan lambang bahkan ada yang mengganti display namanya setiap satu jam sekali. Sebenarnya itu hak mereka tetapi yang menjadi masalah ketika kita mencari nama mereka pasti akan kesulitan, alangkah baiknya menggunakan nama asli agar mudah dikenali.
4. Personal Message
Penggunaan personal message harus pintar jangan hal – hal kecil di buat personal message, misalkan “aduuh laper nih” dan sebagainya. Baiknya personal message ini kita manfaatkan untuk hal yang positif seperti promosi toko ,tulisan dll.
tulisan ini juga di publish di
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/05/pelanggaran-etika-dalam-menggunakan-bbm/

Etika Menggunakan Hi-tech (BBM)

BlackBerry Messenger adalah program pengirim pesan instan yang disediakan untuk para pengguna perangkat BlackBerry. Aplikasi ini mengadopsi kemampuan fitur atau aktivitas yang populer di kalangan pengguna perangkat telepon genggam. Contohnya fitur di aplikasi Google Maps atau Yahoo Messenger hingga aktivitas dengan Facebook atau Twitter. Semuanya bisa didapatkan oleh pengguna perangkat BlackBerry pada aplikasi ini. BlackBerry Messenger merupakan salah satu keunggulan dari penggunaan perangkat BlackBerry selain layanan Push Mail. Layanan Messenger ini dibuat khusus bagi pemilik BlackBerry dan dirancang khusus untuk berkomunikasi di antara pengguna. Cara menggunakan BlackBerry Messenger adalah dengan penghubung nomor PIN yang juga eksklusif dimiliki masing-masing perangkat BlackBerry.
Didalam penggunaannya blackberry messenger juga terdapat etika diantaranya
  1. Broadcast  Message
Didalam menggunakan broadcast message kita harus pintar – pintar memilih mana yang harus kita teruskan broadcast nya atau yang tidak.  Masalahnya sekarang ini banyak sekali broadcast message yang tidak penting misalkan teruskan broadcast ini atau anda akan sial atau yang lainnya yang bisa mengganggu yang menerima broadcast tersebut.
2. Melihat “status”
Disini pengguna bbm sering mencheat atau melakukan chating ke orang yang padalah sudah memasang status “busy” bahkan bila tidak dibalas maka akan di ping berkali – kali padahal statusnya “busy”. Apabila benar – benar butuh silahkan anda telpon atau sms saja.
3. Penggunaan Display Name
Saat ini pengguna bbm sering merubah namanya menjadi bermacam – macam atau menambahkan gambar dan lambang bahkan ada yang mengganti display namanya setiap satu jam sekali. Sebenarnya itu hak mereka tetapi yang menjadi masalah ketika kita mencari nama mereka pasti akan kesulitan, alangkah baiknya menggunakan nama asli agar mudah dikenali.
4. Personal Message
Penggunaan personal message harus pintar jangan hal – hal kecil di buat personal message, misalkan “aduuh laper nih” dan sebagainya. Baiknya personal message ini kita manfaatkan untuk hal yang positif seperti promosi toko ,tulisan dll.
pengertian BBm http://id.wikipedia.org/wiki/BlackBerry_Messenger
tulisan ini juga telah di publish di
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/05/etika-menggunakan-hi-tech-bbm/

Tuesday, 26 April 2011

Tugas Kegiatan Bahasa Indonesia

Nama kegiatan           :    Seminar IP-TV "Turn on your television with networking"
Pembicara                  :    Erry Rahmawan (senior service creation PT.Telkom)
Waktu dan Tempat    :    Sabtu 9 April 2011, Auditorium Kampus J 167

Pada seminar yang diadakan oleh BEM Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi membahas tentang IP-TV. IPTV adalah internet protocol televisi atau Broadband TV, dimana secara aman dapat mengirimkan siaran dengan kualitas yang baik atau video on demand dan konten audio melawati suatu jaringan pita lebar. IP/TV adalah suatu pengembangan baru dalam software komunikasi client-server yang mem-broadcast video yang berkualitas tinggi (setara real time full motion video secara simultan ) ke user window melalui jaringan data yang ada sekarang.


Berbagai macam kelebihan yang ditawarkan IPTV ketimbang TV kabel atau satelit, salah satunya kemampuanuntuk merekam atau menghentikan gambar (pause) saat tayangan tersebut disiarkan. Bahkan, tayangan itu bisa diakses secara mobile tanpa harus berada di dalam rumah. Sebab, terdapat alat yang disebut set of box, yang berfungsi seperti decoder, sehingga melalui internet, tayangan itu dapat dinikmati dari jarak jauh. selain itu masih banyak kelebihannya yang dapat menyaingi tv kabel berbayar.

Demikian laporan kegiatan yang saya ikuti.

Sunday, 17 April 2011

Teks Pidato Presiden Soekarno

Edisi 05/02 - 05/Apr/1997
Analisa & Peristiwa
PIDATO PRESIDEN SUKARNO "NAWAKSARA"
Di depan Sidang Umum ke-IV MPRS pada tanggal 22 Juni 1966
Saudara-saudara sekalian,
I. RETROSPEKSI
Dengan mengucap Syukur Alhamdulillah, maka pagi ini saya berada di muka Sidang Umum MPRS yang ke-lV. Sesuai dengan Ketetapan MPRS No.I/1960 yang memberikan kepada diri saya, Bung Karno, gelar Pemimpin Besar Revolusi dan kekuasaan penuh untuk melaksanakan Ketetapan-ketetapan tersebut, maka dalam Amanat saya hari ini saya ingin mengulangi lebih dulu apa yang pernah saya kemukakan dalam Amanat saya di muka Sidang Umum ke-ll MPRS pada tanggal 15 Mei 1963, berjudul "Ambeg Parama-Arta" tentang hal ini:
1. Pengertian Pemimpin Besar Revolusi.
Dalam pidato saya "Ambeg Parama-Arta" itu, saya berkata: "MPRS telah memberikan KEKUASAAN PENUH kepada saya untuk melaksanakannya, dan dalam memberi kekuasaan penuh kepada saya itu, MPRS menamakan saya bukan saja Presiden, bukan saja Panglima Tertinggi Angkatan Perang, tetapi mengangkat saya juga menjadi: "PEMIMPIN BESAR REVOLUSI INDONESIA".
Saya menerima pengangkatan itu dengan sungguh rasa terharu, karena MPRS sebagai Perwakilan Rakyat yang tertinggi di dalam Republik Indonesia, menyatakan dengan tegas dan jelas bahwa saya adalah "Pemimpin Besar Revolusi Indonesia", yaitu: "PEMIMPIN BESAR REPUBLIK RAKYAT INDONESIA"!
Dalam pada itu, saya sadar, bahwa hal ini bagi saya membawa konsekuensi yang amat besar! Oleh karena seperti Saudara-saudara juga mengetahui, PEMIMPIN membawa pertanggungan-jawab yang amat berat sekali!!
"Memimpin" adalah lebih berat daripada sekedar "Melaksanakan". "Memimpin" adalah lebih berat daripada sekedar menyuruh melaksanakan"!
Saya sadar, lebih daripada yang sudah-sudah, setelah MPRS mengangkat saya menjadi "Pemimpin Besar Revolusi", bahwa kewajiban saya adalah amat berat sekali, tetapi Insya Allah S.W.T. saya terima
pengangkatan sebagai "Pemimpin Besar Revolusi" itu dengan rasa tanggung jawab yang setinggi-tingginya!
Saya Insya Allah, akan beri pimpinan kepada Indonesia, kepada Rakyat Indonesia, kepada Saudara-saudara sekalian, secara maksimal di bidang pertanggungan-jawab dan kemampuan saya. Moga-moga Tuhan Yang Maha Kuasa, Yang Maha Murah, dan Maha Asih, selalu memberikan bantuan kepada saya secukup-cukupnya!
Sebaliknya, kepada MPRS dan kepada Rakyat Indonesia sendiri, hal ini pun membawa konsekuensi! Tempohari saya berkata: "Jikalau benar dan jikalau demikianlah Keputusan MPRS, yang saya diangkat menjadi Pemimpin Revolusi Besar Indonesia, Revolusi Rakyat Indonesia, maka saya mengharap seluruh Rakyat, termasuk juga segenap Anggota MPRS, untuk selalu mengikuti, melaksanakan, menfi'ilkan segala apa yang saya berikan dalam pimpinan itu! Pertanggungan-jawab yang MPRS, sebagai Lembaga Tertinggi Republik Indonesia letakkan di atas pundak saya, adalah suatu pertanggungan-jawab yang berat sekali, tetapi denganridha Allah S.W.T. dan dengan bantuan seluruh Rak yat Indonesia, termasuk di dalanlnya juga Saudara-saudara para Anggota MPRS sendiri, saya percaya, bahwa Insya Allah, apa yang digariskan oleh Pola Pembangunan itu dalam 8 tahun akan terlaksana!
Demikianlah Saudara-saudara sekalian beberapa kutipan daripada Amanat "Ambeg Parama-Arta".
Saudara-saudara sekalian,
Dari Amanat "Ambeg Parama-Arta" tersebut, dapatlah Saudara ketahui, bagaimana visi serta interpretasi saya tentang predikat Pemimpin Besar Revolusi yang Saudara-saudara berikan kepada saya.
Saya menginsyafi, bahwa predikat itu adalah sekedar gelar, tetapi saya pun - dan dengan saya semua ketentuan-ketentuan progresif revolusioner di dalam masyarakat kita yang tak pernah absen dalam kancahnya Revolusi kita - saya pun yakin seyakin-yakinnya, bahwa tiap Revolusi mensyarat-mutlakkan adanya Pimpinan Nasional. Lebih-lebih lagi Revolusi Nasional kita yang multi-kompleks sekarang ini, dan yang berhari depan Sosialisme Panca-Sila. Revolusi demikian ta' mungkin tanpa adanya pimpinan. Dan pimpinan itu jelas tercermin dalam tri-kesatuannya Re-So-Pim, yaitu Revolusi, Sosialisme, dan Pimpinan Nasional.
2. Pengertian Mandataris MPRS.
Karena itulah, maka pimpinan yang saya berikan itu adalah pimpinan di segala bidang. Dan sesuai dengan pertanggungan-jawab saya terhadap MPRS, pimpinan itu terutarna menyangkut garis-garis besarnya. Ini pun adalah sesuai dan sejalan dengan kemurnian bunyi aksara dan jiwa Undang-Undang Dasar '45, yang menugaskan kepada MPRS untuk menetapkan garis-garis besar haluan Negara. Saya tekankan garis-garis besarnya saja dari haluan Negara. Adalah tidak sesuai dengan jiwa dan aksara kemurnian Undang-Undang Dasar '45, apabila MPRS jatuh terpelanting kembali ke dalam alam Liberale democratie, dengan beradu
debat dengan bertele-tele tentang garis-garis kecil, di mana masing-masing golongan beradu untuk memenangkan kepentingan-kepentingan golongan dan mengalahkan kepentingan nasional, kepentingan Rakyat banyak, kepentingan Revolusi kita!
Pimpinan itu pun saya dasarkan kepada jiwa Panca-Sila, yang telah kita pancarkan bersama dalam Manipol-Usdek sebagai garis-garis besar haluan Negara. Dan lebih-lebih mendalam lagi, maka saya telah mendasarkan pimpinan itu kepada Sabda Rasulullah S.A.W.: "Kamu sekalian adalah Pemimpin, dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungan-jawabnya tentang kepemimpinan itu di hari kemudian."
Saudara-saudara sekalian,
Itulah jiwa daripada pimpinan saya, seperti yang telah saya nyatakan dalam Amanat "Ambeg Parama-Arta" tersebut tadi. Dan Saudarasaudara telah membenarkan amanat itu, terbukti dengan Ketetapan MPRS No.IV/1963, yang menjadikan Resopim dan Ambeg Parama-Arta masing-masing sebagai pedoman pelaksanaan garis-garis besar haluan Negara, dan sebagai landasan kerja dalam melaksanakan Konsepsi Pembangunan seperti terkandung dalam Ketetapan MPRS No.l dan 11 tahun 1960.
3. Pengertian Presiden seumur hidup
Malahan dalam Sidang Umum MPRS ke-ll pada bulan Mei tahun 1963 itu Saudara-saudara sekalian telah menetapkan saya menjadi Presiden se-umur-hidup. Dan pada waktu itu pun saya telah menjawab keputusan Saudara-saudara itu dengan kata-kata: "Alangkah baiknya jikalau nanti MPR, yaitu MPR hasil pemilihan-umum, masih meninjau soal ini kembali." Dan sekarang ini pun saya masih tetap berpendapat demikian!
II. LANDASAN-KERJA MELANJUTKAN PEMBANGUNAN.
Kembali sekarang sebentar kepada Amanat "Ambeg Parama-Arta" tersebut tadi itu. Amanat itu kemudian disusul dengan amanat saya "Berdikari" pada pembukaan Sidang Umum MPRS ke-lll pada tanggal 11 April 1965, di mana dengan tegas saya tekankan tiga hal:
1. Trisakti.
Pertama :
bahwa Revolusi kita mengejar suatu Idee Besar, yakni melaksanakan Amanat Penderitaan Rakyat; Amanat Penderitaan Rakyat seluruhnya, seluruh rakyat sebulat-bulatnya.
Kedua :
bahwa Revolusi kita berjoang mengemban Amanat Penderitaan Rakyat itu dalam persatuan dan kesatuan yang bulat-menyeluruh dan
hendaknya jangan sampai watak Agung Revolusi kita, diselewengkan sehingga mengalami dekadensi yang hanya mementingkan golongann-ya sendiri saja, atau hanya sebagian dari Ampera saja!
Ketiga :
bahwa kita dalam melaksanakan Amanat Penderitaan Rakyat itu tetap dan tegap berpijak dengan kokoh-kuat atas landasan Trisakti, yaitu berdaulat dan bebas dalam politik, berkepribadian dalam kebudayaan dan berdikari dalam ekonomi; sekali lagi berdikari dalam ekonomi!
Saya sangat gembira sekali, bahwa Amanat-amanat saya itu dulu, baik "Ambeg Parama-Arta", maupun "Berdikari" telaK Saudara-saudara tetapkan sebagai landasan-kerja dan pedoman pelaksanaan Pembangunan Nasional Semesta Berencana untukmasa 3 tahun yang akan datang, yaitu sisa jangka-waktu tahapan pertama mulai tahun 1966 s/d 1968 dengan landasan "Berdikari di atas Kaki Sendiri" dalam ekonomi. Ini berarti, bahwa Lembaga Tertinggi dalam Negara kita, Lembaga Tertinggi dari Revolusi kita, Lembaga Negara Tertinggi yang menurut kemurnian jiwa dan aksaranya UUD-Proklamasi kita adalah penjelmaan kedaulatan Rakyat, membenarkan Amanat-amanat saya itu. Dan tidak hanya membenarkan saja, melainkan juga menjadikannya sebagai landasan-kerja serta pedoman bagi kita-semua, ya bagi Presiden/Mandataris MPRS/Perdana Menteri ya, bagi MPRS sendiri, ya bagi DPA, ya bagi DPR, ya bagi Kabinet, ya bagi parpol-parpol dan ormas-ormas, ya bagi ABRI, dan bagi seluruh Rakyat kita dari Sabang sampai Merauke, dalam mengemban bersama Amanat Penderitaan Rakyat.
Memang, di dalam situasi nasional dan internasional dewasa ini, maka Trisakti kita, yaitu berdaulat dan bebas dalam politik, berkepribadian dalam kebudayaan, berdikari di bidang ekonomi, adalah senjata yang paling ampuh di tangan seluruh rakyat kita, di tangan prajuritprajurit Revolusi kita, untuk menyelesaikan Revolusi Nasional kita yang maha dahsyat sekarang ini.
2. Rencana Ekonomi Perjoangan.
Terutama prinsip Berdikari di bidang ekonomi! Sebab dalam keadaan perekonomian bagaimanapun sulitnya, saya minta jangan dilepaskan jiwa "self-reliance" ini, jiwa percaya kepada kekuatan-diri-sendiri, jiwa self-help atau jiwa berdikari. Karenanya, maka dalam melaksanakan Ketetapan-ketetapan MPRS No.V dan Vl tahun 1965 yang lalu, saya telah meminta Bappenas dengan bantuan dan kerja sama dengan Muppenas, untuk menyusun garis-garis lebih lanjut daripada Pola Ekonomi Perjoar gan seperti yang telah saya canangkan dalam Amanat Berdikari tahun yang lalu.
Garis-garis Ekonomi Perjoangan tersebut telah selesai, dan saya lampirkan bersama ini Ikhtisar Tahunan tentang pelaksanaan Ketetapan MPRS No.II/MPRS/1960. Di dalamnya Saudara-saudara akan memperoleh gambaran tentang Strategi Umum Pembangunan 2 tahun 1966-1968, yaitu Pra-syarat Pembangunan, dan pola Pembiayaan tahun 1966 s/d 1968 melalui Rencana Anggaran 3 tahun.
3. Pengertian Berdikari.
Khusus mengenai Prinsip Berdikari ingin saya tekankan apa yang" telah saya nyatakan dalam pidato Proklamasi 17 Agustus 1965, yaitu pidato Takari, bahwa berdikari tidak berarti mengurangi, melainkan memperluas kerjasama internasional, terutama antara semua negara yang baru merdeka.
Yang ditolak oleh Berdikari adalah ketergantungan kepada imperialis, bukan kerja sama yang sama-derajat dan saling me nguntungkan.
Dan di dalam Rencana Ekonomi Perjoangan yang saya sampaikan bersama ini, maka Saudara-saudara dapat membaca bahwa: "Berdikari bukan saja tujuan, tetapi yang tidak kurang pentingnya harus merupakan prinsip dari cara kita mencapai tujuan itu, prinsip untuk melaksanakan Pembangunan dengan tidak menyandarkan diri kepada bantuan negara atau bangsa lain. Adalah jelas, bahwa tidak menyandarkan diri tidak berarti bahwa kita tidak mau kerja sama berdasarkan sama-derajat dan saling menguntungkan."
Dalam rangka pengertian politik Berdikari demikian inilah, kita harus menanggulangi kesulitan-kesulitan di bidang Ekubang kita dewasa ini, baik yang hubungan dengan inflasi maupun yang hubungan dengan pembayaran hutang-hutang luar negeri kita.
III. HUBUNGAN POLITIK DAN EKONOMI
Masalah Ekubang tidak dapat dilepaskan dari masalah politik, malahan harus didasarkan atas Manifesto Politik kita.
Dekon kita pun adalah Manipohdi bidang ekonomi, atau dengan lain perkataan "political-economy"-nya pembangunan kita. Dekon merupakan strategi-umum, dan strategi-umum di bidang pembangunan 3 tahun di depan kita, yaitu tahun 1966--1968, didasarkan atas pemeliharaan hubungan yang tepat antara keperluan untuk melaksanakan tugas politik dan tugas ekonomi. Demikianlah tugas politik-keamanan kita, politik-pertahanan kita, politik dalam-negeri kita, politik luar-negeri kita dan sebagainya.
IV. DETAIL KE-DPR
Detail dari tugas-tugas ini kiranya tidak perlu diperbincangkana dalam Sidang Umum MPRS, karena tugas MPRS ialah menyangkut garisgaris besarnya saja. Detailnya seyogyanya ditentukan oleh Pemerintah bersama-sama dengan DPR, dalam rangka pemurnian pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945.
V. TETAP DEMOKRASI TERPIMPIN
Sekalipun demikian perlu saya peringatkan di sini, bahwa UndangUndang Dasar 1945 memungkinkan Mandataris MPRS bertindak lekas dan tepat dalam keadaan darurat demi keselamatan Negara, Rakyat dan Revolusi kita.
Dan sejak Dekrit 5 Juli 1959 dulu itu, Revolusi kita terus meningkat dan bergerak cepat, yang mau-tidak-mau mengharuskan semua Lembaga-lembaga Demokrasi kita untuk bergerak cepat pula tanpa menyelewengkan Demokrasi Terpimpin kita ke arah Demokrasi Liberal.
VI. MERINTIS JALAN KE ARAH PEMURNIAN PELAKSANAAN UUD 1945
Dalam rangka merintis jalan ke arah kemurnian pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945 itulah, saya dengan surat saya tertanggal 4 Mei 1966 kepada Pimpinan DPRGR memajukan:
a. RUU Penyusunan MPR, DPR dan DPRD.
b. RUU Pemilihan Umum.
c. Penetapan Presiden No.3 tahun 1959 jo. Penetapan Presiden No.3 tahun 1966 untuk diubah menjadi Undang-Undang supaya DPA dapat ditetapkan menurut pasal 16 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945.
VII. WEWENANG MPR DAN MPRS
Tidak lain harapan saya ialah hendaknya MPRS dalam rangka pemurnian pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945 itu menyadari apa tugas dan fungsinya, juga dalam hubungan-persamaan dan perbedaannya dengan MPR hasil pemilihan-umum nanti.
Wewenang MPR selaku pelaksanaan kedaulatan Rakyat adalah menetapkan Undang-Undang Dasar dan garis-garis besar daripada haluan Negara (pasal 3 UUD), serta memilih Presiden dan Wakil Presiden (pasal 6 UUD ayat 2).
Undang-Undang Dasar serta garis-garis besar haluan Negara telah kita tentukan bersama, yaitu Undang-Undang Dasar Proklamasi 1945 dan Manipol/Usdek.
VIII. KEDUDUKAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN
Undang-Undang Dasar 1945 itu menyebut pemilihan jabatan Presiden dan Wakil Presiden, masa jabatannya serta isi-sumpahnya dalam satu nafas, yang tegas bertujuan agar terjamin kesatuan-pandangan, kesatuan-pendapat, kesatuan-pikiran dan kesatuan-tindak antara Presiden dan Wakil Presiden, yang membantu Presiden (pasal 4 ayat 2 UUD).
Dalam pada itu, Presiden memegang dan menjalankan tugas, wewenang dan kekuasaan Negara serta Pemerintahan. (pasal 4, 5, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, ayat 2).
Jiwa kesatuan antara kedua pejabat Negara ini, serta pembagian tugas dan wewenang seperti yang ditentukan dalam Undang-Undang Dasar 1945 hendaknya kita sadari sepenuhnya.
IX. PENUTUP
Demikian pula hendaknya kita semua, di luar dan di dalam MPRS menyadari sepenuhnya perbedaan dan persamaannya antara MPRS sekarang, dengan MPR-hasil-pemilihan-umum yang akan datang, agar supaya benar-benar kemurnian pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945 dapat kita rintis bersama, sambil membuka lembaran baru dalam sejarah kelanjutan Revolusi Panca-Sila kita.
Demikianlah Saudara-saudara, teks laporan progress saya kepadaMPRS. lzinkanlah saya sekarang mengucapkan beberapa patah kata pribadi kepada Saudara-saudara, terutama sekali mengenai pribadi saya.
Lebih dahulu tentang hal laporan progress ini.
Laporan progress itu saya simpulkan dalam sembilan pasal, sembilan golongan, sembilan punt. Maka oleh karena itu saya ingin memberi judul kepada amanat saya tadi itu. Sebagaimana biasa saya memberi judul kepada pidato-pidato saya, ada yang bernama Resopim, ada yang bernama Gesuri dan lain-lain sebagainya. Amanat saya ini, saya beri judul apa? Sembilan perkara, pokok, pokok, pokok, pokok, saya tuliskan di dalam Amanat ini. Karena itu saya ingin memberi nama kepada Amanat ini, kepada pidato ini "Pidato Sembilan Pokok". Sembilan, ya sembilan apa? Kita itu biasa memakai bahasa Sanskrit kalau memberi nama kepada amanat-amanat, bahkan kita sering memakai perkataan Dwi, Tri, Tri Sakti, dua-duanya perkataan Sanskrit. Catur Pra Setia, catur-empat setia, kesetiaan, Panca Azimat, Panca adalah lima. Ini sembilan pokok; ini saya namakan apa?
Sembilan di dalam bahasa Sanskrit adalah "Nawa". Eka, Dwi, Tri, Catur, Panca, enam-yam, tujuh-sapta, delapan-hasta, sembilan-nawa, sepuluh-dasa. Jadi saya mau beri nama dengan perkataan "Nawa". "Nawa" apa? Ya, karena saya tulis, saya mau beri nama "NAWA AKSARA", dus "NAWA iAKSARA" atau kalau mau disingkatkan "NAWAKSARA". Tadinya ada orang yang mengusulkan diberi nama "Sembilan Ucapan Presiden". "NAWA SABDA". Nanti kalau saya kasih nama Nawa Sabda, ada saja yang salah-salah berkata: "Uh, uh, Presiden bersabda". Sabda itu seperti raja bersabda. Tidak, saya tidak mau memakai perkataan "sabda" itu, saya mau memakai perkataan "Aksara"; bukan dalam arti tulisan, jadi ada aksara latin, ada aksara Belanda dan sebagainya. NAWA AKSARA atau NAWAKSARA, itu judul yang saya berikan kepada pidato ini. Saya minta wartawan-wartawan mengumumkan hal ini, bahwa pidato Presiden dinamakan oleh Presiden NAWAKSARA . ,
Kemudian saya mau menyampaikan beberapa patah kata mengenai diri saya sendiri. Saudara-saudara semua mengetahui, bahwa tatkala saya masih muda, masih amat muda sekali, bahwa saya miskin dan oleh karena saya miskin, maka demikianlah saya sering ucapkan: "Saya tinggalkan this material world. Dunia jasmani sekarang ini laksana saya tinggalkan, karena dunia jasmani ini tidak memberi hiburan dan kepuasan kepada saya, oleh karena saya miskin." Maka
saya meninggalkan dunia jasmani ini dan saya masuk katagori dalam pidato dan keterangan-keterangan yang sering masuk ke dalam world of the mind. Saya meninggalkan dunia yang material ini, saya masuk di dalam world of the mind. Dunianya alam cipta, dunia khayal, dunia pikiran. Dan telah sering saya katakan, bahwa di dalam wolrd of the mind itu, di situ saya berjumpa dengan orang-orang besar dari segala bangsa dan segala negara. Di dalam world of the mind itu saya berjumpa dengan nabi-nabi besar; di dalam world of the mind itusaya berjumpa dengan ahli falsafah, ahli falsafah besar. Di dalam world of the mind itu saya berjumpa dengan pemimpin-pemimpin bangsa yang besar, dan di dalam world of the mind itu saya berjumpa dengan pejuang-pejuang kemerdekaan yang berkaliber besar.
Saya berjumpa denganorang-orang besar ini, tegasnya, jelasnya dari membaca buku-buku. Salah satu pemimpin besar daripada sesuatu bangsa yang berjuang untuk kemerdekaan, ia mengucapkan kalimat sebagai berikut: "The cause of freedom is a deathless cause. The cause of freedom is a deathless cause. Perjuangan untuk kemerdekaan adalah satu perjuangan yang tidak mengenal mati. The cause of freedom is a deathless cause.
Sesudah saya baca kalimat itu dan renungkan kalimat itu, bukan saja saya tertarik kepada cause of freedom daripada bangsa saya sendiri dan bukan saja saya tertarik pada cause of freedom daripada seluruh umat manusia di dunia ini, tetapi saya, karena tertarik kepada cause of freedom ini saya menyumbangkan diriku kepada deathless cause ini, deathless cause of my own people, deathless cause of all people on this. Dan lantas saya mendapat keyakinan, bukan saja the cause of freedom is a deathless cause, tetapi juga the service of freedom is a deathless service. Pengabdian kepada perjuangan kemerdekaan, pengabdian kepada kemerdekaan itupun tidak mengenal maut, tidak mengenal habis. Pengabdian yang sungguh-sungguh pengabdian, bukan service yang hanya lip-service, tetapi service yang betul-betul masuk di dalam jiwa, service yang betul-betul pengabdian, service yang demikian itu adalah satu deathless service.
Dan saya tertarik oeh saya punya pendapat sendiri, pendapat pemimpin besar daripada bangsa yang saya sitir itu tadi, yang berkata "the cause of freedom is deathless cause". Saya berkata "not only the cause of freedom is deathless cause, but also the service of freedom is a deatheless service".
Dan saya, Saudara-saudara, telah memberikan, menyumbangkan atau menawarkan diri saya sendiri, dengan segala apa yang ada pada saya ini, kepada service of freedom, dan saya sadar sampai sekarang: the service of freedom is deathless service, yang tidak mengenal akhir, yang tidak mengenal mati. Itu adalah tulisan isi hati. Badan manusia bisa hancur, badan manusia bisa dimasukkan di dalam kerangkeng, badan manusia bisa dimasukkan di dalam penjara, badan manusia bisa ditembak mati, badan manusia bisa dibuang ke tanah pengasingan yang jauh dari tempat kelahirannya, tetapi ia punya service of freedom tidak bisa ditembak mati, tidak bisa dikerangkeng, tidak bisa dibuang di tempat pengasingan, tidak bisa ditembak mati.
Dan saya beritahu kepada Saudara-saudara, menurut perasaanku sendiri, saya, Saudara-saudara, telah lebih daripada tiga puluh lima tahun, hampir empat tahun dedicate myself to this service of freedom. Yang saya menghendaki supaya seluruh, seluruh, seluruh rakyat Indonesia masing-masing juga dedicate jiwa raganya kepada service of freedom ini, oleh karena memang service of freedom ini is a deathless service. Tetapi akhirnya segala sesuatu adalah di tangannya
Tuhan. Apakah Tuhan memberi saya dedicate myself, my all to this service of freedom, itu adalah Tuhan punya urusan.
Karena itu maka saya terus, terus, terus selalu memohon kepada Allah S.W.T., agar saya diberi kesempatan untuk ikut menjalankan aku punya service of freedom ini. Tuhan yang menentukan. De mens wikt, God beslist; manusia bisa berkehendak ,macam-macam Tuhan yang menentukan. Demikianpun saya selalu bersandarkan kepada keputusan Tuhan itu. Cuma saya juga di hadapan Tuhan berkata: Ya Allah, ya Rabbi, berilah saya kesempatan, kekuatan, taufik, hidayat untuk dedicate my self to this great cause of freedom and to this great service.
Inilah Saudara-saudara yang saya hendak katakan kepadamu;dalam saya pada hari seka~ang ini memberi laporan kepadamu. Moga-moga Tuhan selalu memimpin saya, moga-moga Tuhan selalu memimpin Saudara-saudara sekalian. Sekianlah.

Monday, 11 April 2011

Gambas


Mungkin pertama kali kita mendengar Gambas terasa aneh di telinga kita, kalo saya sih yang terlintas dipikiran ketika mendengar kata Gambas yaitu sebuah alat musik petik yang berasal dari timur tengah ..hehehehe. GAMBAS atau Gambas Almost Means BASic adalah visual basic ala linux jadi bagi yang sering berkutat dengan Visual Basic tentu tidak akan asing lagi dengan Gambas. Tujuan para developer membuatnya adalah untuk menggantikan peran Ms Visual Basic, yang lebih dahulu merambah dunia, untuk platform linux.
Adalah Benoit Minisini, seorang pria Perancis yang tinggal di daerah sekitar kota Paris dan lahir pada tahun 1973 ini, yang pertama kali membuat Gambas, sebagai sebuah proyek hobby.
Benoit Minisini yang telah menggemari dunia pemrograman sejak berusia 12 tahun ini, telah banyak menghasilkan bahasa, compiler, assembler maupun interpreter. Benoit Minisini telah bekerja sejak 1997, memulai karir programmingnya dengan bahasa BASIC pada mesin Amstrad 464, dan kemudian beralih pada Atari 520 STE. Lalu selama menjalani pendidikan di E.P.I.T.A., ia menulis interpreter Lisp untuk Windows 3.1. Selama enam bulan bermain dengan Windows, Benoit Minisini menemukan begitu banyak bugs pada sistem operasi tersebut. Hal tersebut, dan juga kecintaannya pada bahasa BASIC, mendorongnya untuk membuat Gambas pada platform Linux.
Namun, meskipun memiliki kemiripan dalam hal tampilan dan bahasa yang digunakan, Gambas sama sekali bukan clone dari Visual Basic. Dalam situsnya, Gambas, yang merupakan singkatan rekursif dari kata Gambas Almost Mean BASic, bahkan dikatakan bahwa Gambas tidak akan pernah menjadi kompatibel dengan Visual Basic. Dan meski berharap bahwa suatu saat Gambas akan bisa menjadi sebuah cross-patform application, namun Benoit Minisini mengatakan bahwa ia sendiri tak akan mem-porting Gambas pada platform Windows, meskipun ia akan bersedia membantu bagi orang lain yang bersedia untuk melakukan itu.
Dalam hal databasing, Gambas mendukung bahasa-bahasa query yang tidak asing lagi MySql, PostgreSQL dan Sqlite. Sehingga tidak perlu khawatir dalam merancang database. Jadi kalo menurut saya ya terserah selera masing – masing mau pake gambas atau vb hehehehe.... sekian dulu yak..wassalam.
Diambil dari  http://www.eras.web.id/tag/gambas/ dan berbagai sumber.

Thursday, 7 April 2011

Subnetting Kelas C


PERHITUNGAN SUBNETING PADA KELAS C
Pada tulisan saya kali ini , saya akan coba membahas tentang cara perhitungan subneting pada kelas C, dimana IP public yang akan kita gunakan adalah 192.168.1.0 yang akan kita bagi menjadi 5 network. Hal hal yang harus kita lakukan adalah

1.        Pertama – tama tuliskan dahulu subnet masknya dari kelas C :

                N                 N                     N                     H
              255              255                  255                    0               Subnet Mask Kelas C

Lalu di konversikan kedalam biner:

         11111111    11111111        11111111        00000000           Konversi ke biner

2.      Untuk menentukan jumlah subnetwork, kita menggunakan rumus: 

2n – 2 = jumlah subnetwork

Perhitungannya :
2n – 2 = 5
2n = 7
22 < 2n < 23
n = 3   karena 2n lebih dekat ke 23
karena 23 = 8
angka 5 diatas merupakan jumlah network yang kita cari, sedangkan angka 3 pada nilai n dalam perhitungan subnetwork di atas menunjukkan nilai digit yang dipinjam dari host_id.


3.      Kemudian kita tuliskan lagi subnet mask dari kelas dengan nilai binernya yang kita urutkan berdasarkan perhitungan subnetwork yang telah kita lakukan. Pada nilai biner untuk host kita ambil 3 digit dari belakang karena nilai digit yang kita pinjam dari host_id berjumlah 3 digit. Penjabarannya seperti di bawah ini :













 



Untuk menentukan valid host kita ambil host_id yang ada diantara subnet_id dan broadcast_id. Seperti di bawah ini :
0          1          2          ….       31                     
32        33        34        ….       63
64        65        66        ….       95
96        97        98        ….       127
128      129      130      ….       159
160      161      162      ….       171
172      173      174      ….       223
224      225      226      ….       255
Angka – angka yang di coret menandakan tidak boleh di gunakan.


gambar networknya sebagai berikut :
 












Sunday, 9 January 2011

tugas bahasa indonesia paragraf induktif

Black Hat adalah para attacker yang menggunakan kemampuannya untuk tujuan kriminal dan cenderung membahayakan kepentingan pihak lain. Pada umumnya orang-orang yang tergabung dalam kelompok ini adalah yang bergerak secara individu atau sesuai idealisme tertentu dan tidak terikat atas kepentingan pihak tertentu. Grey Hat Para hacker yang memberikan informasi yang diperoleh ke para attacker maupun para vendor, untuk memperoleh imbalan tertentu. Kelompok ini dikenal juga sebagai cracker, yakni orang-orang yang tidak memiliki keberpihakan pada pihak manapun dan menjual berbagai informasi yang diperlukan sesuai kebutuhan yang ada. White Hat (hacker sejati) Orang-orang yang melakukan aktivitas hacking dalam rangka memperoleh informasi tentang celah-celah keamanan, maupun kelemahan-kelemahan yang dimiliki untuk diberikan kembali kepada pihak yang bersangkutan untuk disempurnakan kembali. Dari motif diatas dapat dikatakan bahwa tidak semua hacker bertujuan untuk tindakan criminal, semua kembali pada hacker itu sendiri.

Monday, 22 November 2010

Tugas bahasa indonesia2

TUGAS BAHASA INDONESIA
Ngamuk di Depan Polsek Pandan, Tumbu Lase Tewas Didor
TAPTENG-Aksi brutal Tumbu Aro Lase (50), warga Hajoran, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah yang membunuh seorang warga dan melukai beberapa orang lainnya, terhenti setelah ia tewas ditembak Aiptu Bona Siregar, Sabtu (20/11) siang, di depan Mapolsek Pandan. Namun Aiptu Bona saat ini kritis karena mengalami luka serius akibat dibacok dan ditombak Tumbu.
Kapolres Tapanuli Tengah (Tapteng), AKBP Dicky Patrianegara kepada METRO TAPANULI (grup Sumut Pos), Sabtu (20/11) mengatakan pihaknya masih menyelidiki motif pembunuhan yang dilakukan Tumbu Aro Lase terhadap seorang warga, Yoliso Lase (39). Pelaku juga mengamuk dan menombak satu anggota polisi.
Diceritakan Kapolres, tersangka Tumbu Aro Lase mendatangi Mapolsek Pandan sekitar pukul 14.00 WIB, setelah sebelumnya terjadi perkelahian antara dirinya dengan sejumlah warga. Di Mapolsek Pandan, pelaku sempat cekcok dengan Aiptu Bona Siregar. Tersangka kemudian mengamuk dan membacok serta menombak Kanit Patroli Polsek Pandan tersebut. Karena diserang dan terluka parah, Bona membela diri dan menembak pelaku.
“Sejauh ini kita masih menyelidiki motifnya. Namun penembakan oleh anggota kita sudah sesuai prosedur. Di mana saat itu anggota terluka dan hendak menyelamatkan nyawanya. Hingga kini kondisi anggota kita masih kritis,” ujar Kapolres.
Informasi dihimpun METRO di lapangan, kejadian itu berawal saat terjadi perkelahian antara Tumbu Aro Lase dengan tetangganya Everoni Zaluwu (26), Sabtu (20/11) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, Tumbu Lase mengamuk. Ia mengejar Everoni Zaluwu dengan tombak dan parang. Warga lainnya, Yoliso Lase, Fagesi Zebua, Elang Bugis, Sofani Gea (30), yang berusaha melerai keduanya juga jadi sasaran amuk Tumbu Aro Lase.
Warga kemudian kabur. Namun saat itu, Yoliso Lase didapati tewas setelah mengalami luka bacok di kepala, pelipis kanan, punggung, dan luka tombak di lambung kiri.
Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada kepling setempat, Yareli Mendrofa. Oleh Kepling, warga yang tengah mengalami luka akibat amukan Tumbu Aro Lase dibawa ke RSU Pandan, dan kejadian itu dilaporkannya ke Mapolsek Pandan.
Ternyata Tumbu Aro Lase masih belum puas. Ia kemudian mendatangi Mapolsek Pandan yang berdekatan lokasinya dengan RSU Pandan dengan niat ingin menghabisi Everoni Zaluwu dan warga lainnya. Setibanya di Mapolsek Pandan, Tumbu tidak mendapati Everoni Zaluwu dan warga lainnya.
Tumbu yang kesetanan dan masih menenteng tombak serta parang yang berlumur darah lalu menghampiri dan mengamuk di depan pos jaga Polsek Pandan yang dijaga dua orang petugas kepolisian, yakni Aiptu Bona Siregar dan Aiptu Syarial.
Aiptu Bona Siregar yang kala itu berada di Mapolsek berusaha menenangkan Tumbu Lase. Namun Bona justru menjadi sasaran amuk pelaku. Seperti kesetanan, dengan membabi buta Tumbu Lase menombak dan membacok Aiptu Bona Siregar.
Berusaha membela diri, Bona kemudian menembak perut dan dada Tumbu Lase.
“Saya tidak tahu bagaimana kejadian penembakan dan pembacokan antara Tumbu Aro Lase dengan Aiptu Bona Siregar, karena saat itu saya di RSU membawa warga yang menjadi korban. Saya melihat ke depan Mapolsek setelah mendengar ada 4 kali suara tembakan. Ternyata pelaku dan polisinya sudah tergeletak di depan Mapolsek, tepat di jalan menuju masuk Mapolsek, atau di dekat tembok,” terang Kepling Yareli Mendrofa kepada METRO, sembari menceritakan kejadian awal.
Dilaporkan, Aiptu Bona Siregar mengalami luka bacok dan tombak di kepala, rusuk kiri-kanan, kaki kiri, dan putus jari kelingking kiri. Dia masih dirawat di RSU FL Tobing Sibolga. Sedangkan Tumbu Lase sendiri tertembak tiga kali di bagian perut dan satu di dada.
Sementara korban lainnya, Fagesi Zebua, Elang Bugis dan Sofani Gea juga mengalami luka-luka serius dan hingga kini masih dirawat di RSU Pandan. Everoni Zaluwu yang dibawa ke RSU FL Tobing mengalami luka tusuk di rusuk kiri dan luka di lengan dan telapak tangan kiri. Dan Yoliso Lase akhirnya juga tewas setelah mengalami luka bacok di kepala, pelipis kanan, punggung, dan luka tombak di lambung kiri. (mora/smg)
1. Bona kemudian menembak perut dan dada Tumbu Lase
S P O K

2. Karena diserang dan terluka parah, Bona membela diri dan menembak pelaku.
Anak kalimat induk kalimat

3. Pelaku juga mengamuk dan menombak satu anggota polisi.
*kalimat diatas ter masuk kalimat majemuk setara penggabungan karena menggunakan kata penghubung dan.

4. Tersangka kemudian mengamuk dan membacok serta menombak Kanit Patroli
S P K

Polsek

5. Tersangka kemudian mengamuk dan membacok serta menombak Kanit Patroli Polsek
*Kalimat diatas termasuk kalimat majemuk setara urutan waktu karena menggunakan kata penghubung kemudian.

6. Ternyata Tumbu Aro Lase masih belum puas
kalimat diatas termasuk kalimat tanpa subjeck jadi pembetulkannya adalah dengan menghilangkan kata ternyata:
Tumbu Aro Lase masih belum puas

7. Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada kepling setempat
**Kalimat diatas termasuk kalimat majemuk setara urutan waktu karena menggunakan kata penghubung kemudian

8. Sementara korban lainnya, Fagesi Zebua, Elang Bugis dan Sofani Gea juga mengalami luka-luka serius dan hingga kini masih dirawat di RSU Pandan.
*kalimat diatas ter masuk kalimat majemuk setara penggabungan karena menggunakan kata penghubung dan.

9. Setibanya di Mapolsek Pandan, Tumbu tidak mendapati Everoni Zaluwu dan warga
induk kalimat anak kalimat

lainnya.

10. Sedangkan Tumbu Lase sendiri tertembak tiga kali di bagian perut dan satu di dada.
*kalimat diatas ter masuk kalimat majemuk setara berlawanan karena menggunakan kata penghubung sedangkan, tetapi juga terdapat kalimat majemuk setara penggabungan karena menggunakan kata penghubung dan.

mohon maaf bila ada kesalahan.